Tuesday, February 14, 2017

Politikus Rusia Sebut Penasihat Senior Trump Dipaksa Mundur

Politikus Rusia Sebut Penasihat Senior Trump Dipaksa Mundur


Politikus senior Rusia mengomentari pengunduran diri Michael Flynn sebagai penasihat keamanan nasional Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Politikus ini menyebut hal itu merupakan upaya merusak hubungan AS dengan Rusia.

Flynn yang pensiunan jenderal AS ini mengundurkan diri pada Senin (13/2) malam waktu setempat. Pengunduran diri ini diajukan setelah terungkap Flynn pernah membahas sanksi AS untuk Rusia dalam percakapan telepon dengan Duta Besar Rusia Sergey Kislyak pada Desember 2016.

Pembahasan soal sanksi itu dianggap menyalahi hukum, karena saat itu Flynn belum resmi menjabat penasihat keamanan nasional Trump. Seorang warga negara AS tidak diperbolehkan untuk berunding dengan pemerintahan asing atas nama AS.

Flynn juga dianggap telah memperdaya Wakil Presiden Mike Pence soal percakapan telepon Dubes Rusia itu. Dia dilaporkan sempat bersumpah kepada Wapres Pence bahwa tidak ada pembahasan soal sanksi, namun kemudian terungkap bahwa pembahasan sanksi itu memang terjadi. 

"Sangat jelas bahwa Flynn dipaksa menulis surat pengunduran diri di bawah tekanan tertentu," sebut Leonid Slutsky yang menjabat Ketua Komisi Urusan Luar Negeri pada Majelis Rendah Rusia, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti dan dilansir Reuters, Selasa (14/2/2017).

Sosok Flynn dianggap sebagai penyokong kuat bagi kebijakan luar negeri AS yang lebih 'ramah' kepada Rusia. Kepergian Flynn diperkirakan bisa memperlambat niat Trump untuk meningkatkan hubungan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. 

"Targetnya adalah hubungan Rusia-AS, merusak keyakinan dalam pemerintahan AS yang baru," imbuh Slutsky, tanpa menyebut secara spesifik soal siapa yang dianggapnya bertanggung jawab atas pengunduran diri Flynn.

No comments:

Post a Comment