Paris - Identitas pria yang ditembak mati akibat merebut senjata api dari tentara di Bandara Orly, Paris, Prancis sudah diketahui. Pria itu diduga terlibat dalam kelompok radikal.
Dilansir AFP, Sabtu (18/3/2017), pria itu juga dicurigai sebagai orang yang sama dengan pelaku penembakan polisi di Paris bagian utara, pada pagi harinya. Polisi yang menjadi korban diketahui mengalami luka ringan saat ditembak ketika sedang mengemudi.
Rumahnya pernah digeledah pada 2015 setelah 'dia terdeteksi telah diradikalisasi'. Namun tidak ada bukti yang ditemukan, kata sumber tersebut.
Menteri Dalam Negeri Paris Bruno Le Roux mengatakan pria itu dikenal oleh polisi dan badan intelijen. Ayah dan saudara laki-laki pria itu juga sudah diperiksa oleh polisi.
Sebelumnya diberitakan aparat keamanan di Bandara Orly, Paris, Prancis menembak mati seorang pria yang merebut senjata api dari seorang tentara. Insiden itu mengakibatkan hampir 3 ribu orang dievakuasi dari bandara tersebut, beruntung tidak ada yang terluka.
Atas kejadian ini, seluruh penerbangan dari dan ke Bandara Orly telah ditunda. Insiden ini terjadi di saat Prancis tengah bersiaga menjelang pemilihan presiden yang akan digelar dalam waktu dekat.
Prancis saat ini masih dalam keadaan darurat menyusul serangkaian serangan teror, termasuk pembantaian di Paris pada November 2015 dan serangan truk maut di Nice pada Juli 2016. Kemudian pada pertengahan Februari lalu, seorang warga Mesir melakukan serangan golok di museum Louvre di Paris.

No comments:
Post a Comment