
Tribunbaru.com - Peristiwa aneh dialami Sarno, warga Walik Angin,
Ngestirejo, Tanjungsari, Gunungkidul, DIY. Sebab, saat terbangun dari
tidurnya, Sarno yang mengaku semula berada di rumah, tiba-tiba sudah
berada di tepi tebing Alas Sumur yang berada di utara tebing Pantai
Krakal, Rabu (29/3) tengah malam. Lokasi rumah Sarno dengan Pantai
Krakal berjarak kurang lebih 7 kilometer.
Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono yang
mengevakuasi korban dari tebing setinggi 100 meter menceritakan, Sarno
mengaku bermimpi buruk didatangi segerombolan orang. Segerombolan orang
itu ingin mengambil sapi milik Sarno.
"Sarno bercerita bahwa dirinya saat bermimpi sedang berasa di sebuah
tempat yang bernama Ngalas Sumur. Sarno mimpi didatangi segerombolan
orang yang ingin mengambil sapinya. Lalu Sarno pun melarikan diri ke
tengah hutan," terang Marjono saat dihubungi, Kamis (30/3).
Marjono kembali menceritakan, karena mimpi buruk, Sarno langsung
terbangun. Saat bangun, Sarno kaget karena tak berada di rumahnya. Sarno
tiba-tiba ada di tebing Pantai Krakal yang berketinggian 100 meter.
Sarno pun kemudian berteriak minta tolong. Bahkan Sarno berteriak-teriak
masih dikeroyok oleh segerombolan orang yang ingin mengambil sapi
miliknya di dalam mimpi.
"Teriakan tolong itu kemudian didengar oleh seorang warga bernama
Warso. Warso pun segera memanggil warga lainnya. Karena terus menerus
minta tolong, warga pun menghubungi pihak Polsek Tanjungsari dan tim SAR
Gunungkidul. Kejadiannya sekitar pukul 24.00 WIB," jelas Marjono.
Sulitnya medan membuat pihak kepolisian dan Tim SAR harus
mendatangkan peralatan tali temali untuk mengevakuasi korban dari
tebing. Saat sedang menunggu peralatan untuk evakuasi, korban ternyata
bisa turun sendiri tanpa bantuan peralatan.
"Anehnya, korban bisa turun tanpa bantuan alat apapun dengan waktu
turun hanya 5 menit. Korban yang tadinya terus meminta tolong tiba-tiba
terdiam dan menuruni tebing. Padahal di lokasi tersebut orang normal
tanpa bantuan alat berupa tali pasti mengalami kesulitan jika menuruni
tebing itu. Sebab tebingnya curam dan batunya tajam," urai Marjono.
No comments:
Post a Comment