
Tribunbaru.com - SJ hanya bisa merintih kesakitan
gara-gara jimatnya tak berfungsi setelah kakinya ditembak petugas
kepolisian Polsek Cipondoh. Dia dilumpuhkan lantaran membegal pengendara
motor pada Selasa (11/4) dini hari.
SJ beraksi bersama tiga rekannya yakni Ncung, Johar, dan Fendi alias
gondrong. Mereka ditangkap beberapa jam setelah merampas sepeda motor di
persimpangan PT Tifiko Jalan MH Thamri, Kelurahan Panunggangan,
Kecamatan Tangerang Kota Tangerang, Selasa (11/4).
Wakapolres Metro Tangerang AKBP Erwin Kurniawan mengatakan, keempat
pelaku beraksi sekitar pukul 02.30 WIB. Mereka berboncengan dengan dua
sepeda motor memepet korban Saeful Bahri yang membonceng pacarnya dengan
Kawasaki KLX Nopol B-3650-CCF.
"Saat melintas di dekat Tifiko, pelaku memepet dan mengancam dengan
golok. Sempat terjadi tarik-menarik, namun korban kalah. Akhirnya pelaku
merampas kabur sepeda motor dan HP pacar korban," katanya.
Korban melaporkan pembegalan ke Polsek Cipondoh. Dari laporan itu
petugas melakukan penyelidikan dengan melacak HP pacar korban. Hasilnya
diketahui posisi pelaku berada di Poris Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota
Tangerang.
"Pagi harinya petugas langsung bergerak menangkap mereka di tempat
membagi hasil rampasan. Dalam penangkapan itu, dua tersangka (SJ dan
Ncung) terpaksa ditembak kakinya karena melawan dengan golok," ungkap
Erwin.
Dari tangan tersangka diamankan satu sepeda motor dan satu HP milik korban, satu bilah golok, serta kain berwarna cokelat yang berisi tulisan arab yang diyakini sebagai jimat, dua unit sepeda motor milik pelaku.
Tersangka SJ mengaku baru beraksi tiga kali di Ciledug, Serpong dan
Cipondoh. Hasil begal digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Dia juga
mengaku mendapat jimat dari orang pintar di Pandeglang, Banten.
"Saya baru, saya bagian pegang golok. Kalau barangnya dijual kemana saya enggak tahu," ujarnya sambil merintih kesakitan. [hdy]
No comments:
Post a Comment