
Tribunbaru.com - Sebuah iklan yang menawarkan rumah
memicu kontroversi. Pasalnya, dalam iklan tersebut sang pemilik rumah
memberi tawaran rumah gratis hanya bagi wanita lajang yang mau memberi
imbalan bersifat seksual.
"Disewakan sebuah rumah di Bordesley Green. Gratis. Perabot lengkap. Siap ditempati kapan saja. Hanya untuk wanita lajang. Yang saya inginkan (sebagai bayaran) hanya ciuman dan pelukan saja. Dari pria yang tulus menawarkan," demikian isi iklan yang tertera dalam tulisan tangan, seperti dilansir dari laman Mirror.co.uk, Minggu (23/4).
Iklan yang disematkan di jendela kaca agen berita di Birmingham, Inggris, itu seakan menunjukkan betapa kesepiannya sang pemilik rumah.
Seorang wartawan dari harian Sunday Mercury memutuskan untuk menghubungi tuan rumah yang mengaku sebagai Steve dengan berpura-pura menjadi Tracey, seorang wanita yang baru saja bercerai.
Dalam hubungan jarak jauh itu, Steve kembali memberikan tawarannya kepada Tracey. Keduanya bahkan sempat membicarakan soal hubungan seksual.
"Terserah Anda (jika ingin berhubungan seksual). Tapi saya bersedia mengajak Anda makan, dan membayarinya," kata Steve.
Namun karena hanya berencana memancing Steve, Tracey kemudian membatalkan ketertarikannya. Steve pun kemudian menceritakan alasan mengapa dia memutuskan untuk menawarkan iklan sewa rumah itu.
"Saya hanya merasa kesepian. Dan tidak ada yang menghubungi saya setelah saya memajang iklan itu. Saya merasa putus asa," akunya.
Karena merasa terlalu kesepian, Steve bahkan tidak hanya memajang iklan tersebut di satu agen properti saja. Dalam iklan lain, Steve mengaku merupakan seorang karyawan berusia 30 tahun.
"Saya bekerja di London dan sering bepergian. Saya hampir tidak pernah ada di rumah itu sehingga Anda bisa memiliki tempat itu untuk diri sendiri. Sebagai gantinya saya berharap Anda akan menjaga kebersihan dan memberi saya pelukan dan ciuman. Mungkin satu atau dua kali seminggu. Saya adalah pria 30 tahun yang mencari teman serumah di bawah 35 tahun," tulis Steve dalam iklan lain. [pan]
"Disewakan sebuah rumah di Bordesley Green. Gratis. Perabot lengkap. Siap ditempati kapan saja. Hanya untuk wanita lajang. Yang saya inginkan (sebagai bayaran) hanya ciuman dan pelukan saja. Dari pria yang tulus menawarkan," demikian isi iklan yang tertera dalam tulisan tangan, seperti dilansir dari laman Mirror.co.uk, Minggu (23/4).
Iklan yang disematkan di jendela kaca agen berita di Birmingham, Inggris, itu seakan menunjukkan betapa kesepiannya sang pemilik rumah.
Seorang wartawan dari harian Sunday Mercury memutuskan untuk menghubungi tuan rumah yang mengaku sebagai Steve dengan berpura-pura menjadi Tracey, seorang wanita yang baru saja bercerai.
Dalam hubungan jarak jauh itu, Steve kembali memberikan tawarannya kepada Tracey. Keduanya bahkan sempat membicarakan soal hubungan seksual.
"Terserah Anda (jika ingin berhubungan seksual). Tapi saya bersedia mengajak Anda makan, dan membayarinya," kata Steve.
Namun karena hanya berencana memancing Steve, Tracey kemudian membatalkan ketertarikannya. Steve pun kemudian menceritakan alasan mengapa dia memutuskan untuk menawarkan iklan sewa rumah itu.
"Saya hanya merasa kesepian. Dan tidak ada yang menghubungi saya setelah saya memajang iklan itu. Saya merasa putus asa," akunya.
Karena merasa terlalu kesepian, Steve bahkan tidak hanya memajang iklan tersebut di satu agen properti saja. Dalam iklan lain, Steve mengaku merupakan seorang karyawan berusia 30 tahun.
"Saya bekerja di London dan sering bepergian. Saya hampir tidak pernah ada di rumah itu sehingga Anda bisa memiliki tempat itu untuk diri sendiri. Sebagai gantinya saya berharap Anda akan menjaga kebersihan dan memberi saya pelukan dan ciuman. Mungkin satu atau dua kali seminggu. Saya adalah pria 30 tahun yang mencari teman serumah di bawah 35 tahun," tulis Steve dalam iklan lain. [pan]
No comments:
Post a Comment