
BaruMerdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta telah secara resmi mengumumkan pemberhentian Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dengan begitu Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat akan diusulkan untuk dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta definitif hingga 15 Oktober 2017.
Djarot mengatakan, pengangkatan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta adalah wewenang dari Kementerian Dalam Negeri yang nantinya akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo.
"Sekarangkan kewenangannya Kemendagri, Kemendagri ke Presiden. Bahwa Pak Basuki yang mengangkat adalah melalui SK Presiden. Jadi kita serahkan aja ke Kemendagri dan Pak Presiden," katanya usai rapat Paripurna DPRD Jakarta, Rabu (31/5).
Mantan Wali Kota Blitar ini mengaku, siap menggantikan Ahok untuk mengemban tugas Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, dia mengapresiasi mantan politisi Gerindra itu karena berjiwa besar mengundurkan diri sebagai Gubernur DkI Jakarta.
"Bukan masalah siap enggak siap, tapi kita harus kasih apresiasi atas jiwa besar dari Pak Ahok yang bersedia untuk memperlancar ini agar tidak ada pro dan kontra dan supaya situasi kondusif. Inilah sebetulnya juga sosok beliau yang negarawan yang lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan sendiri. Itu yang harus diapresiasi, bukan masalah siap tidak siap," jelasnya.
Djarot mengungkapkan, akan fokus menyelesaikan tugas-tugas yang ditinggalkan Ahok dan beberapa proyek seperti LRT dan MRT yang harus diselesaikan.
"Prioritas ya kan sudah bicara sama Pak Ahok ada beberapa hal ya, LRT MRT itu harus, Kota Tua kita kebut, kemudian pasar grosir ini loh Jakmart untuk stabilisasi harga, kemudian memasukkan komponen bahan bangunan ke e-katalog." tutupnya.
Djarot mengatakan, pengangkatan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta adalah wewenang dari Kementerian Dalam Negeri yang nantinya akan diputuskan oleh Presiden Joko Widodo.
"Sekarangkan kewenangannya Kemendagri, Kemendagri ke Presiden. Bahwa Pak Basuki yang mengangkat adalah melalui SK Presiden. Jadi kita serahkan aja ke Kemendagri dan Pak Presiden," katanya usai rapat Paripurna DPRD Jakarta, Rabu (31/5).
Mantan Wali Kota Blitar ini mengaku, siap menggantikan Ahok untuk mengemban tugas Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, dia mengapresiasi mantan politisi Gerindra itu karena berjiwa besar mengundurkan diri sebagai Gubernur DkI Jakarta.
"Bukan masalah siap enggak siap, tapi kita harus kasih apresiasi atas jiwa besar dari Pak Ahok yang bersedia untuk memperlancar ini agar tidak ada pro dan kontra dan supaya situasi kondusif. Inilah sebetulnya juga sosok beliau yang negarawan yang lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan sendiri. Itu yang harus diapresiasi, bukan masalah siap tidak siap," jelasnya.
Djarot mengungkapkan, akan fokus menyelesaikan tugas-tugas yang ditinggalkan Ahok dan beberapa proyek seperti LRT dan MRT yang harus diselesaikan.
"Prioritas ya kan sudah bicara sama Pak Ahok ada beberapa hal ya, LRT MRT itu harus, Kota Tua kita kebut, kemudian pasar grosir ini loh Jakmart untuk stabilisasi harga, kemudian memasukkan komponen bahan bangunan ke e-katalog." tutupnya.
Sementara itu Djarot mengatakan, akan tetap melakukan koordinasi dengan Ahok saat
nanti memimpin Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, dia juga akan melakukan
komunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan
program 2012-2017.
"Ini aja melanjutkan bukan hanya dengan Pak Ahok dengan Pak Jokowi juga kok. Program 2012-2017 itu programnya Jokowi-Basuki, inget loh ya," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/5).
Dia menambahkan, dirinya bersama dengan Ahok dan Jokowi merupakan sebuah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu, politisi PDI Perjuangan ini akan terus melakukan koordinasi untuk menjalankan program.
"Saya sampaikan Pak Jokowi, Pak Ahok sama saya menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan," tegasnya.
Sebelumnya diketahui, DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna istimewa untuk mengumumkan penguduran diri Ahok dari jabatan Gubernur DKI Jakarta dan mengusulkan Wakilnya Djarot Syaiful Hidayat sebagai pengganti atau Gubernur definitif. Tidak hanya mengumumkan hal tersebut, rapat paripurna ini juga mengumumkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2017-2022.
"Ini aja melanjutkan bukan hanya dengan Pak Ahok dengan Pak Jokowi juga kok. Program 2012-2017 itu programnya Jokowi-Basuki, inget loh ya," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/5).
Dia menambahkan, dirinya bersama dengan Ahok dan Jokowi merupakan sebuah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu, politisi PDI Perjuangan ini akan terus melakukan koordinasi untuk menjalankan program.
"Saya sampaikan Pak Jokowi, Pak Ahok sama saya menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan," tegasnya.
Sebelumnya diketahui, DPRD DKI Jakarta menggelar rapat paripurna istimewa untuk mengumumkan penguduran diri Ahok dari jabatan Gubernur DKI Jakarta dan mengusulkan Wakilnya Djarot Syaiful Hidayat sebagai pengganti atau Gubernur definitif. Tidak hanya mengumumkan hal tersebut, rapat paripurna ini juga mengumumkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2017-2022.
No comments:
Post a Comment