Monday, May 1, 2017

Korsel ogah bayar rudal THAAD, AS mulai lirik aliansi negara di Asia

 
Tribunbaru.com - Presiden Donald Trump meminta biaya sebesar USD 1 miliar kepada Korea Selatan atas biaya pemasangan sistem rudal pertahanan udara THAAD yang dikerahkan untuk melindungi negara tersebut.
"Mengapa harus kita yang membayar miliaran dolar? Maka saya beritahukan kepada Korea Selatan agar lebih baik mereka yang membayar," ujar Trump dalam wawancara dengan kantor berita Reuters.
"Senjata ini luar biasa. Ini peralatan militer yang paling menakjubkan yang pernah ada dan bisa menembak rudal di udara. Kita akan melindungi mereka. Tapi mereka harus membayar dan mereka paham itu," lanjut Trump.
Namun pemerintah Korea Selatan menolak untuk membayar Amerika Serikat atas jasa pemasangan sistem rudal pertahanan udara THAAD di negaranya dan menegaskan bahwa AS telah berjanji akan menanggung seluruh biaya pemasangan tersebut.
Penolakan tersebut membuat AS melebarkan jangkauan aliansi dengan negara Asia selain Korea Selatan.
Dilansir dari laman Reuters, Senin (1/5), Trump diketahui membangun beberapa percakapan dengan pemimpin Asia terkait ancaman uji coba senjata nuklir Korea Utara yang telah menimbulkan kecaman dari dunia.
Pada hari Minggu lalu, Trump berbicara dengan Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengenai ancaman tersebut. Trump bahkan mengundang keduanya untuk datang ke Gedung Putih di Washington.
Selain perdana menteri Thailand dan Singapura, Trump juga mengundang Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk duduk bersama membicarakan upaya melawan Korut. Meski Duterte selama ini dikenal telah menyalahgunakan hak asasi manusia atas usahanya memerangi narkoba, namun Gedung Putih membelanya dengan mengatakan keberadaan Filipina diperlukan untuk menghentikan uji coba nuklir Korut.
Tak hanya itu, Trump juga mengatakan akan lebih banyak meminta bantuan terhadap China, sebagai sekutu utama Korut, untuk menghentikan pembuatan senjata nuklir dan rudal di Pyongyang.
Pejabat tinggi Gedung Putih menyatakan bahwa pembentukan aliansi di wilayah Asia sangat diperlukan untuk memastikan bahwa para pemimpin negara itu berada di posisi yang sama dengan AS yang mengecam uji coba senjata nuklir Korut.
Meski demikian, dalam sebuah panggilan telepon, penasihat keamanan Trump, HR McMaster meyakinkan rekannya dari Korsel, Kim Kwan-jin bahwa aliansi AS dengan Korsel telah menjadi prioritas utama di kawasan Asia Pasifik. Oleh karena itu, akan dilakukan pembagian biaya atas pemasangan THAAD.
"Penasihat keamanan nasional HR McMaster menjelaskan bahwa pernyataan Presiden Trump baru-baru ini dibuat dalam konteks umum, sejalan dengan harapan publik AS mengenai pembagian biaya pertahanan dengan sekutu," demikian pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan Korsel.

No comments:

Post a Comment