
Tribunbaru.com - Presiden Donald Trump meminta biaya sebesar USD 1
miliar kepada Korea Selatan atas biaya pemasangan sistem rudal
pertahanan udara THAAD yang dikerahkan untuk melindungi negara tersebut.
"Mengapa harus kita yang membayar miliaran dolar? Maka saya
beritahukan kepada Korea Selatan agar lebih baik mereka yang membayar,"
ujar Trump dalam wawancara dengan kantor berita Reuters.
"Senjata ini luar biasa. Ini peralatan militer yang paling
menakjubkan yang pernah ada dan bisa menembak rudal di udara. Kita akan
melindungi mereka. Tapi mereka harus membayar dan mereka paham itu,"
lanjut Trump.
Namun pemerintah Korea Selatan menolak untuk membayar Amerika Serikat
atas jasa pemasangan sistem rudal pertahanan udara THAAD di negaranya
dan menegaskan bahwa AS telah berjanji akan menanggung seluruh biaya
pemasangan tersebut.
Penolakan tersebut membuat AS melebarkan jangkauan aliansi dengan negara Asia selain Korea Selatan.
Dilansir dari laman Reuters, Senin (1/5), Trump diketahui membangun
beberapa percakapan dengan pemimpin Asia terkait ancaman uji coba
senjata nuklir Korea Utara yang telah menimbulkan kecaman dari dunia.
Pada hari Minggu lalu, Trump berbicara dengan Perdana Menteri
Thailand Prayuth Chan-ocha dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong
mengenai ancaman tersebut. Trump bahkan mengundang keduanya untuk
datang ke Gedung Putih di Washington.
Selain perdana menteri Thailand dan Singapura, Trump juga mengundang
Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk duduk bersama membicarakan upaya
melawan Korut. Meski Duterte selama ini dikenal telah menyalahgunakan
hak asasi manusia atas usahanya memerangi narkoba, namun Gedung Putih
membelanya dengan mengatakan keberadaan Filipina diperlukan untuk
menghentikan uji coba nuklir Korut.
Tak hanya itu, Trump juga mengatakan akan lebih banyak meminta
bantuan terhadap China, sebagai sekutu utama Korut, untuk menghentikan
pembuatan senjata nuklir dan rudal di Pyongyang.
Pejabat tinggi Gedung Putih menyatakan bahwa pembentukan aliansi di
wilayah Asia sangat diperlukan untuk memastikan bahwa para pemimpin
negara itu berada di posisi yang sama dengan AS yang mengecam uji coba
senjata nuklir Korut.
Meski demikian, dalam sebuah panggilan telepon, penasihat keamanan
Trump, HR McMaster meyakinkan rekannya dari Korsel, Kim Kwan-jin bahwa
aliansi AS dengan Korsel telah menjadi prioritas utama di kawasan Asia
Pasifik. Oleh karena itu, akan dilakukan pembagian biaya atas pemasangan
THAAD.
"Penasihat keamanan nasional HR McMaster menjelaskan bahwa pernyataan
Presiden Trump baru-baru ini dibuat dalam konteks umum, sejalan dengan
harapan publik AS mengenai pembagian biaya pertahanan dengan sekutu,"
demikian pernyataan yang dikeluarkan kantor kepresidenan Korsel.
No comments:
Post a Comment