BaruMerdeka.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia telah
mengantongi identitas pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik
senior KPK Novel Baswedan. Bahkan, penyidik telah mengetahui siapa aktor
dari penyiraman air keras tersebut.
"Tidak hanya dikantongi, tetapi sudah diketahui," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu (30/4).
Kendati begitu, jenderal bintang dua ini masih enggan mengungkap identitas pelaku itu. Menurutnya, saat ini publik tidak perlu mengetahui informasi identitas dari pelaku tersebut.
"Itu jangan dibuka dulu. Kalau pun kita sudah tahu jangan dibuka dulu," ujar dia.
Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri ini pun memastikan informasi dari pelaku penyiraman akan diungkap dalam waktu dekat. Dia berharap semua pihak bersabar dan memberi waktu kepada penyidik untuk menyelesaikan proses penyelidikan.
"Masih dilakukan penyelidikan, secepatnya lah. Saya nanti akan cek ke penyelidik dan penyidiknya karena satu kasus itu belum tentu bisa secara cepat diketahui," ucap dia.
"Kadang lama kadang cepat. Tergantung dari bukti-bukti yang ditemukan di TKP," pungkas Setyo.
"Tidak hanya dikantongi, tetapi sudah diketahui," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu (30/4).
Kendati begitu, jenderal bintang dua ini masih enggan mengungkap identitas pelaku itu. Menurutnya, saat ini publik tidak perlu mengetahui informasi identitas dari pelaku tersebut.
"Itu jangan dibuka dulu. Kalau pun kita sudah tahu jangan dibuka dulu," ujar dia.
Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri ini pun memastikan informasi dari pelaku penyiraman akan diungkap dalam waktu dekat. Dia berharap semua pihak bersabar dan memberi waktu kepada penyidik untuk menyelesaikan proses penyelidikan.
"Masih dilakukan penyelidikan, secepatnya lah. Saya nanti akan cek ke penyelidik dan penyidiknya karena satu kasus itu belum tentu bisa secara cepat diketahui," ucap dia.
"Kadang lama kadang cepat. Tergantung dari bukti-bukti yang ditemukan di TKP," pungkas Setyo.
Penyidik Polda Metro Jaya telah menangkap seorang pria berinisial AL
yang diduga menyiram air keras pada penyidik KPK, Novel Baswedan. Awal
penangkapan AL lewat sebuah foto yang diperoleh dari Novel saat penyidik
Polda Metro Jaya mendatangi Novel di Singapura.
"Novel sendiri yang sempat memberikan foto AL yang dia curigai sebagai pelakunya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/5).
"Ini loh pelakunya pak," sambung Argo mengikuti ucapan Novel.
Namun, kata Argo, pihaknya belum menanyai perihal foto tersebut. Sebab, polisi tak diberikan izin oleh pihak dokter yang merawat Novel.
"Jadi sampai saat ini kami belum memeriksa korban di Singapura. Korban baru ngasih foto itu. Kami belum sempat tanya panjang-panjang. Kami tak diberi izin dokter," katanya.
Meskipun demikian, penyidik akan menjadwalkan ulang kembali untuk memeriksa Novel kembali guna mengetahui asal muasal foto itu.
Dalam hal ini, lanjut Argo, pihaknya tak bisa berspekulasi soal bagaimana cara Novel mendapatkan foto AL. Apakah dugaan Novel miliki tim investigasi pribadi atau tidak.
"Ya nanti, nanti setelah kami periksa korban. Karena kemarin kami belum bisa periksa. Karena yang disampaikan hanya foto seperti itu. Kami masih mendalami dari korban," pungkasnya.
Saat diperiksa, AL mengaku saat hari kejadian, dia sedang berada di rumah. Namun polisi tak percaya begitu saja. Mereka masih memeriksa AL.
"Novel sendiri yang sempat memberikan foto AL yang dia curigai sebagai pelakunya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/5).
"Ini loh pelakunya pak," sambung Argo mengikuti ucapan Novel.
Namun, kata Argo, pihaknya belum menanyai perihal foto tersebut. Sebab, polisi tak diberikan izin oleh pihak dokter yang merawat Novel.
"Jadi sampai saat ini kami belum memeriksa korban di Singapura. Korban baru ngasih foto itu. Kami belum sempat tanya panjang-panjang. Kami tak diberi izin dokter," katanya.
Meskipun demikian, penyidik akan menjadwalkan ulang kembali untuk memeriksa Novel kembali guna mengetahui asal muasal foto itu.
Dalam hal ini, lanjut Argo, pihaknya tak bisa berspekulasi soal bagaimana cara Novel mendapatkan foto AL. Apakah dugaan Novel miliki tim investigasi pribadi atau tidak.
"Ya nanti, nanti setelah kami periksa korban. Karena kemarin kami belum bisa periksa. Karena yang disampaikan hanya foto seperti itu. Kami masih mendalami dari korban," pungkasnya.
Saat diperiksa, AL mengaku saat hari kejadian, dia sedang berada di rumah. Namun polisi tak percaya begitu saja. Mereka masih memeriksa AL.
No comments:
Post a Comment