
BaruMerdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump
membuat sejarah baru. Usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Islamic
Arab-American di Arab Saudi, Trump langsung melakukan lawatan ke
Israel.
Dilansir dari Associated Press, Senin (22/5), Arab Saudi tidak memiliki hubungan dengan Israel. Kedua negara bahkan tidak memiliki hubungan diplomatik dan karena itu tidak ada penerbangan langsung antar kedua negara. Hal ini disampaikan juru bicara otoritas bandara Negeri Bintang Daud. Dengan demikian Trump menjadi orang pertama sekaligus presiden AS yang melakoni penerbangan dari Riyadh ke Tel Aviv.
Menyambut datangnya Trump, Perdana Menteri Israel menyatakan harapannya untuk bisa terbang langsung dari Tel Aviv ke Riyadh.
"Saya berharap suatu saat nanti seorang perdana menteri Israel bisa terbang langsung dari Tel Aviv ke Riyadh," tuturnya.
Dilansir dari Associated Press, Senin (22/5), Arab Saudi tidak memiliki hubungan dengan Israel. Kedua negara bahkan tidak memiliki hubungan diplomatik dan karena itu tidak ada penerbangan langsung antar kedua negara. Hal ini disampaikan juru bicara otoritas bandara Negeri Bintang Daud. Dengan demikian Trump menjadi orang pertama sekaligus presiden AS yang melakoni penerbangan dari Riyadh ke Tel Aviv.
Menyambut datangnya Trump, Perdana Menteri Israel menyatakan harapannya untuk bisa terbang langsung dari Tel Aviv ke Riyadh.
"Saya berharap suatu saat nanti seorang perdana menteri Israel bisa terbang langsung dari Tel Aviv ke Riyadh," tuturnya.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berkunjung ke
Arab Saudi untuk bertemu Raja Salman bin Abdulaziz. Dalam pertemuan ini,
Saudi berjanji akan menggelontorkan dana USD 20 miliar atau setara Rp
266 triliun ke perusahaan investasi swasta AS, Blackstone Group (BX).
Perusahaan yang memiliki kedekatan dengan Trump ini akan menggunakan
dana tersebut untuk membiaya proyek infrastruktur di AS seperti jalan
tol, bandara serta fasilitas publik lainnya.
Selain dari Saudi, CEO Blackstone Group, Steve Schwarzman mengatakan
akan mendapatkan investasi USD 20 miliar lagi dari investor lainnya.
Total dana pembiayaan yang akan dikumpulkan perusahaan ditarget mencapai
USd 100 miliar.
"Trump sangat bersemangat membangun infrastruktur. Dia memahami
secara intuisi manfaat pembangunan," ucap Steve seperti dikutip dari
CNN, Senin (22/5).
Pengumuman investasi Saudi ke AS bertepatan dengan kunjungan pertama
Trump ke Saudi. Dia kemudian memuji kemampuannya menarik investasi asing
ke Amerika Serikat.
Amerika Serikat dan Saudi sudah menjalin hubungan erat selama
beberapa dekade. Itu pula yang menjadi dasar perjanjian kerja sama
persenjataan militer senilai USD 350 miliar antara kedua negara selama
sepuluh tahun dan sebanyak USD 110 miliar akan segera dikucurkan.
Selama masa kampanye menuju kursi presiden, Trump selalu mengatakan
Saudi harus bertanggung jawab atas peristiwa serangan 11 September 2001
di New York. Namun di saat yang sama Trump sedang menjalin kerja sama
pembangunan hotelnya di Saudi.
Penulis sekaligus wartawan investigasi Max Blumenthal dalam wawancara
dengan laman Russia Today mengatakan, Trump memang sudah piawai dalam
urusan bisnis. Saudi di mata Trump dan menantunya Jared Kushner adalah
ladang bagi pundi-pundi uang mereka. Jadi hubungan antara Trump dengan
Saudi sudah lebih jauh dari yang orang kira.
Belum diketahui apakah kunjungan ini akan membahas masalah kepindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem
No comments:
Post a Comment