
BaruMerdeka.com - Keluarga Bripda Taufan tiba di RS Premier
Jatinegara, Rabu (24/5) sekira pukul 23.30 WIB. Bripda Taufan merupakan
korban meninggal dalam peristiwa ledakan bom bunuh diri di Terminal
Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Suasana mencekam usai ledakan di Terminal Kampung Melayu. Potongan
tubuh dan kepala bergeletakan. Belum diketahui jumlah asal-muasal
ledakan yang terjadi di dekat halte bus Transjakarta Kampung Melayu
tersebut. Namun dipastikan sejumlah warga dan polisi mengalami luka-luka
akibat ledakan.
Pantauan
barumerdeka.com, seorang perempuan yang terlihat di dalam mobil menangis
sambil berulang kali menyebut nama Bripda Taufan. Diduga perempuan
berkerudung cokelat tersebut adalah ibunda korban.
"Taufan, Taufan anakku," ucapnya dari dalam mobil saat memasuki area rumah sakit.
Sementara itu sejumlah anggota polisi terlihat berjaga di RS Premier Jatinegara. Polisi Sabhara tersebut berjaga dengan dilengkapi kendaraan motor trail.
"Taufan, Taufan anakku," ucapnya dari dalam mobil saat memasuki area rumah sakit.
Sementara itu sejumlah anggota polisi terlihat berjaga di RS Premier Jatinegara. Polisi Sabhara tersebut berjaga dengan dilengkapi kendaraan motor trail.
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin memastikan, ledakan di dekat Terminal
Kampung Melayu adalah bom bunuh diri. Peristiwa terjadi pukul 21.00
WIB.
Wakapolri mengatakan, lima orang anggota polisi menjadi korban, salah
satunya meninggal dunia. Anggota Polri menjadi korban ketika sedang
melaksanakan pengamanan pawai yang dilakukan kelompok masyarakat.
"Lima anggota Polri dilaporkan jadi korban, satu meninggal dan empat
luka-luka. Korban meninggal atas nama Bripda Taufan," ujar Syafruddin di
lokasi kejadian, Rabu (24/5)
Bripda Taufan Al Agung merupakan anggota unit 1 Peleton 4 Polda Metro
Jaya. Empat anggota polisi yang mengalami luka-luka dilarikan ke RS
Premier Jatinegara. "Yang lain luka-luka dirawat," ucapnya
No comments:
Post a Comment