
BaruMerdeka.com - Jalan tol yang menghubungkan Palembang dan Indralaya (Palindra) belum bisa dilalui pemudik Lebaran karena amblesnya jalan tersebut sepanjang 30 meter.
"Tol Palindra masih belum bisa dilalui karena jalanannya ambles," ujar Wakil Kepala Jaga (Wakajaga) II Pos Pelayanan Dua Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir, Aipda Pol Abu Bakar Sidik, seperti ditulis Antara Teluk Gelam, Minggu (25/6).
Dia menjelaskan, amblesnya tol baru tersebut membuat para pemudik dari Palembang menuju Indralaya tetap menggunakan jalur lintas timur Sumatera.
Jarak antara Palembang-Indralaya sejauh 42 kilometer dan bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih satu jam.
Jalur lintas timur yang menghubungkan Palembang dan Indralaya tersebut, termasuk jalur yang paling dihindari pengendara kendaraan bermotor karena sering terjadi kemacetan, terutama di Pasar Indralaya.
Dari pantauan, jalur tol Palembang-Indralaya tersebut masih ditutup dan tidak bisa dilalui pemudik. Jalan tol Palembang Indralaya ambles sekitar 30 meter, tepatnya di dekat Gerbang Tol Pemulutan, Palembang, Sabtu (24/6), sekitar pukul 18.30 WIB.
Keberadaan jalan tol baru yang menghubungkan Palembang-Indralaya sepanjang sembilan kilometer di Sumatera Selatan terbukti memperlancar arus lalu lintas pada musim mudik tahun ini. Meski masih fungsional (belum sepenuhnya rampung), pemudik dari arah Lampung dan sebaliknya serta dari arah Jambi, semakin ramai menggunakan jalan lintas timur Sumatera.
Sejak Jumat petang, 23 Juni 2017 hingga Sabtu pagi, 24 Juni 2017, kendaraan lalu lalang. Sebagian besar menggunakan nomor polisi DKI Jakarta dan Jawa. Akibatnya, jalan lintas Palembang-Indralaya (Palindra) semakin ramai.
Kepala Proyek Jalan Tol Palindra Hasan Turcahyo mengatakan tercatat total 1.129 kendaraan telah melintasi jalan lintas Palindra satu arah Palembang - Gerbang Pemulutan pada akhir pekan menjelang Lebaran. "Data itu berdasarkan Report Counter Manual," katanya, Sabtu, 24 Juni 2017. Data tersebut diambil dari pukul 06.00 hingga 18.00.
Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Komisaris Besar Raden Slamet Sentoso membenarkan peran jalan tol fungsional Palindra untuk mengurai kemacetan di saat pemudik semakin padat di jalan lintas timur Sumatera dari arah Palembang. "Sementara tol memang baru dibuka untuk kendaraan dari arah Palembang," katanya.
Manajer Proyek Tol Palindra Hasan Turcahyo mengatakan amblesnya jalan itu disebabkan secara konstruksi memang tidak bisa sebaik konstruksi di zona lain karena adanya kabel SUTET.
No comments:
Post a Comment