
TribunBaru.com - Tagar #BringBackObama sedang ramai di Twitter. Banyak warga Amerika Serikat kembali mengunggah dan membagikan ingatan dan gambar presiden AS ke-44 Barack Hussein Obama.
Para penggemar Obama menginginkan mantan presiden itu kembali memimpin AS.
Pemicu #BringBackObama viral di media sosial karena berbagai skandal antaraDonald Trump dengan Rusia. Trump sebagai pemimpin AS saat ini, dituding bersekongkol dengan Rusia agar bisa menang di pemilihan presiden November lalu.
"Pada suatu hari kami pernah memiliki presiden yang bersedia memberikan pidato di bawah guyuran hujan #LEGENDARY #bringbackobama #BringBackObama," cuit akun milik Edgar Romero, seperti dilansir dari Newsweek, Kamis (13/7).
Meski banyak yang mendukung, namun ada juga yang mengkritik Obama. Mereka menyerang catatan hitam Obama saat masih duduk di Ruang Oval.
"Obama menekan orang kulit hitam dengan seluruh (kebijakan) kepresidenannya," kritik akun @RealTimBlack.
Anak sulung Trump, Donald Trump Jr mengakui Juli tahun lalu menemui pengacara Rusia Natalia Veselnitskaya untuk membeberkan surat elektronik (surel) milik rival Trump di pilpres, Hillary Clinton. Meski demikian, Trump menuturkan tidak mengetahui perbuatan anak sulungnya tersebut.
“Saya tidak mengetahui mengenai adanya pertemuan tersebut sampai saya mendengar berita ini," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Reuters.
Konon Rosenstein adalah orang yang menyarankan Trump mendepak James Comey dari posisi Direktur FBI. Itu terjadi setelah Comey tetap mengusut dugaan peran teman dekat Trump, Mike Flynn, dalam dugaan kolusi dengan Rusia, meski Trump sudah membujuk Comey menghentikannya.
"Saya diselidiki karena memecat Direktur FBI oleh orang yang mengatakan kepada saya supaya memecat Direktur FBI! (Seperti) memburu penyihir," cuit Trump melalui akun Twitter-nya.
Ihwal kemelut itu, tim kuasa hukum Trump berdalih kalau klien mereka cuma bereaksi terhadap pemberitaan soal penyelidikan, dan bukan memberikan konfirmasi kepada masyarakat. Menurut Juru Bicara Mueller, Peter Carr, sudah ada 13 jaksa siap memeriksa Trump dan beberapa menunggu giliran.
"Wakil Jaksa Agung sudah menyatakan berkali-kali, jika ada saat di mana dia harus mundur, dia akan melakukannya. Namun, tidak ada yang berubah," kata juru bicara Departemen Hukum, Ian Prior.
Entah terkait atau tidak, Trump dikabarkan memilih 'kabur' ke tempat peristirahatan kepresidenan di Kamp David di Maryland bersama sang istri, Melania Trump, akhir pekan ini. Padahal dia biasanya memilih jalan-jalan ke salah satu resor miliknya, Mar-a-Lago, di Florida.
Menurut surat elektronik yang dirilis Donald Trump Jr pada Selasa kemarin, ia setuju bertemu wanita tersebut.
Walau kabar mengenai surel ini sudah terungkap, Trump mengaku tidak menyalahkan anaknya atas pertemuan tersebut.
“Saya pikir orang-orang juga akan mengadakan pertemuan serupa (jika berada di posisi Donald Trump Jr),” ucap Trump.
No comments:
Post a Comment