
Tribunbaru.com - Sebuah surat kabar China menuliskan
peringatan untuk Korea Utara mengenai program nuklir mereka untuk
keamanan Korut sendiri. Pasalnya, peringatan dari Amerika Serikat makin
jelas jika Pyongyang terus berpegang teguh pada program nuklir mereka.
Kemarin mereka menuturkan serangan Amerika Serikat di Suriah sebagai upaya untuk mengintimidasi Pyongyang. Selain itu, Angkatan Laut AS kini tengah mengintai Korut dari barat Samudra Pasifik, Trump menjelaskan hal tersebut sebagai 'armada'.
Trump menekan China untuk lebih keras mengatakan kepada Korut. Dalam cuitannya di Twitter, Trump menyebutkan Korea Utara 'mencari masalah' dan AS harus 'menyelesaikan permasalahan itu' dengan atau tanpa Beijing.
Semenanjung Korea menjadi sangat dekat dengan 'pertempuran militer' sejak Korea Utara melakukan uji coba nuklir pertama kalinya pada 2006.
"Tak hanya Washington yang penuh dengan keyakinan dan arogansi menyusul serangan rudal di Suriah, namun juga Trump bersedia dianggap sebagai orang yang menghormati janjinya," tulis media China People's Daily, dilansir dari Channel News Asia, Rabu (12/4).
Mereka menambahkan, AS berpikiran untuk menghentikan Korut melakukan uji coba misil. Tidak menutup kemungkinan mereka akan menyerang Pyongyang dengan nuklir juga.
"Pyongyang seharusnya takut untuk membuat kesalahan saat ini," imbuh People's Daily.
Siang tadi, Presiden China Xi Jinping mendiskusikan perkembangan situasi di Korea Utara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kantor berita negara China menuturkan, pembicaraan keduanya dilakukan lewat telepon.
Xi menekankan perdamaian merupakan satu-satunya solusi untuk meredakan tensi di Semenanjung Korea. Telepon antar dua pemimpin negara ini terjadi usai Trump dan Xi saling bertatap muka dalam pertemuan tingkat tinggi di Florida sepekan lalu. [hdy]
Kemarin mereka menuturkan serangan Amerika Serikat di Suriah sebagai upaya untuk mengintimidasi Pyongyang. Selain itu, Angkatan Laut AS kini tengah mengintai Korut dari barat Samudra Pasifik, Trump menjelaskan hal tersebut sebagai 'armada'.
Trump menekan China untuk lebih keras mengatakan kepada Korut. Dalam cuitannya di Twitter, Trump menyebutkan Korea Utara 'mencari masalah' dan AS harus 'menyelesaikan permasalahan itu' dengan atau tanpa Beijing.
Semenanjung Korea menjadi sangat dekat dengan 'pertempuran militer' sejak Korea Utara melakukan uji coba nuklir pertama kalinya pada 2006.
"Tak hanya Washington yang penuh dengan keyakinan dan arogansi menyusul serangan rudal di Suriah, namun juga Trump bersedia dianggap sebagai orang yang menghormati janjinya," tulis media China People's Daily, dilansir dari Channel News Asia, Rabu (12/4).
Mereka menambahkan, AS berpikiran untuk menghentikan Korut melakukan uji coba misil. Tidak menutup kemungkinan mereka akan menyerang Pyongyang dengan nuklir juga.
"Pyongyang seharusnya takut untuk membuat kesalahan saat ini," imbuh People's Daily.
Siang tadi, Presiden China Xi Jinping mendiskusikan perkembangan situasi di Korea Utara dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kantor berita negara China menuturkan, pembicaraan keduanya dilakukan lewat telepon.
Xi menekankan perdamaian merupakan satu-satunya solusi untuk meredakan tensi di Semenanjung Korea. Telepon antar dua pemimpin negara ini terjadi usai Trump dan Xi saling bertatap muka dalam pertemuan tingkat tinggi di Florida sepekan lalu. [hdy]
No comments:
Post a Comment