
Tokyo - Jepang ingin berinvestasi di sektor kelautan dan
perikanan di Indonesia. Janji tersebut sempat disampaikan saat Perdana
Menteri Jepang, Shinzo Abe, datang ke Indonesia awal tahun ini.
Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Susi Pudjiastuti, pun terbang ke Tokyo, ibu kota Jepang, untuk menagih janji ini. Dalam kunjungannya, Susi menemui President Japan International Cooperation Agency (JICA).
Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Susi Pudjiastuti, pun terbang ke Tokyo, ibu kota Jepang, untuk menagih janji ini. Dalam kunjungannya, Susi menemui President Japan International Cooperation Agency (JICA).
"Selama ini hubungan Indonesia-Jepang membahas kesehatan, pertanian,
tapi tidak pernah bicarakan perikanan. Padahal kepentingan banyak yang
sama karena dia negara kepulauan, kita juga negara kepulauan," kata Susi
di Tokyo, Jepang, Senin (10/4/2017).
Susi mengatakan, konsumsi ikan Jepang sangat tinggi. Hal ini yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memperkenalkan produk-produk perikanan dalam negeri.
Susi mengatakan, konsumsi ikan Jepang sangat tinggi. Hal ini yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memperkenalkan produk-produk perikanan dalam negeri.
Sementara untuk beberapa wilayah, Indonesia akan menawarkan peluang
investasi kepada pihak Jepang. Misalnya, industri pembesaran komoditas
tuna dan pabrik pengolahan.
"Kalau yang Natuna, Sabang sudah. Mereka ada perusahaan Jepang yang mau bikin aqua culture di Aceh, di Morotai sudah beli dari nelayan. Tapi selama ini prosesnya di Bitung, maksud saya di Morotai saja supaya dapat harga fresh, harga fresh yang lebih mahal," katanya.
Susi mengatakan, investasi di sektor perikanan tidak memerlukan biaya yang besar. Sehingga bisa dilakukan dengan waktu yang cukup singkat.
"Investasi perikanan itu kecil, tidak perlu besar, bukan big money investment. Bikin pabrik kapasitas 30 ton per hari itu paling Rp 10-30 miliar saja," jelasnya. (Hdy/dnl)
"Kalau yang Natuna, Sabang sudah. Mereka ada perusahaan Jepang yang mau bikin aqua culture di Aceh, di Morotai sudah beli dari nelayan. Tapi selama ini prosesnya di Bitung, maksud saya di Morotai saja supaya dapat harga fresh, harga fresh yang lebih mahal," katanya.
Susi mengatakan, investasi di sektor perikanan tidak memerlukan biaya yang besar. Sehingga bisa dilakukan dengan waktu yang cukup singkat.
"Investasi perikanan itu kecil, tidak perlu besar, bukan big money investment. Bikin pabrik kapasitas 30 ton per hari itu paling Rp 10-30 miliar saja," jelasnya. (Hdy/dnl)
No comments:
Post a Comment