
New York - Slogan "Buy American" dari Presiden Amerika Serikat
(AS) Donald Trump sangat jauh dari kenyataan. Trump sudah seharusnya
khawatir, karena warga AS tidak akan menghabiskan uang untuk apapun
sekarang, terlepas dari mana alasannya.
Berdasarkan yang dilansir dari CNNMoney, Rabu (19/4/2017), penjualan ritel menurun dalam dua bulan terakhir. Pelitnya warga membelanjakan uangnya itu diyakini akan memperlambat situasi perekonomian.
Dalam tiga bulan pertama di tahun ini, ekonomi AS tumbuh sangat lambat, yakni 0,5% berdasarkan Macroeconomic Advisers dan Atlanta Federal Reserve. Realisasi itu sangat jauh di bawah target Trump yang sebesar 4%.
Trump merasakan optimisme warga sejak terpilih sebagai Presiden AS. Ia merasa warga, pengusaha besar dan kecil hingga investor antusias menyambut majunya ekonomi negeri Paman Sam tersebut.
Tapi sayangnya itu tidak tergambar dari belanja warga. Sekitar 70% ekonomi AS berasal dari warga yang membeli barang.
Warga dianggap sekarang masih menunggu dan melihat perkembangan ekonomi AS sebelum banyak mengeluarkan uangnya. Lebih tepatnya disebutkan bahwa warga AS ragu-ragu.
Pasar saham jatuh sampai dengan 2% ketika Trump dilantik sebagai Presiden AS. Investor lari ke kembali ke safe haven aset seperti obligasi pemerintah AS dan emas.
"Kami memutuskan untuk menunggu sampai inisiatif kebijakan menjadi lebih jelas sebelum mengubah perkiraan tren ekonomi," kata ekonom senior Sam Bullard. (mkj/dnl)
Berdasarkan yang dilansir dari CNNMoney, Rabu (19/4/2017), penjualan ritel menurun dalam dua bulan terakhir. Pelitnya warga membelanjakan uangnya itu diyakini akan memperlambat situasi perekonomian.
Dalam tiga bulan pertama di tahun ini, ekonomi AS tumbuh sangat lambat, yakni 0,5% berdasarkan Macroeconomic Advisers dan Atlanta Federal Reserve. Realisasi itu sangat jauh di bawah target Trump yang sebesar 4%.
Trump merasakan optimisme warga sejak terpilih sebagai Presiden AS. Ia merasa warga, pengusaha besar dan kecil hingga investor antusias menyambut majunya ekonomi negeri Paman Sam tersebut.
Tapi sayangnya itu tidak tergambar dari belanja warga. Sekitar 70% ekonomi AS berasal dari warga yang membeli barang.
Warga dianggap sekarang masih menunggu dan melihat perkembangan ekonomi AS sebelum banyak mengeluarkan uangnya. Lebih tepatnya disebutkan bahwa warga AS ragu-ragu.
Pasar saham jatuh sampai dengan 2% ketika Trump dilantik sebagai Presiden AS. Investor lari ke kembali ke safe haven aset seperti obligasi pemerintah AS dan emas.
"Kami memutuskan untuk menunggu sampai inisiatif kebijakan menjadi lebih jelas sebelum mengubah perkiraan tren ekonomi," kata ekonom senior Sam Bullard. (mkj/dnl)
No comments:
Post a Comment