Monday, April 10, 2017

Peretas Rusia diduga bikin Trump menang pemilu ditangkap di Spanyol



Tribunbaru.com - Peretas Rusia bernama Pyotr Levashov ditangkap di Kota Barcelona, Spanyol atas permintaan pihak berwenang Amerika Serikat.

Penangkapannya diduga terkait kemungkinan keterlibatannya pada pemilihan umum AS yang membuat Donald Trump menang.

Juru bicara Kantor Kejaksaan Nasional Spanyol mengatakan Levashov ditangkap akhir pekan lalu, seperti dilansir koran the Independent, Senin (10/4).

Sebelumnya istri Levashov mengatakan kepada kantor berita Russia Today, suaminya itu terlibat dalam peretas pemilu di AS November tahun lalu.

Sejumlah polisi menggerebek apartemen Levashov bersama istrinya malam pekan lalu. Sang istri dan seorang temannya dikunci di dalam sebuah kamar selama dua jam seraya polisi menggeledah dan membekuk Levashov.

Dalam pembicaraan di telepon dengan istrinya di kantor polisi, Levashov mengatakan dia menciptakan virus komputer yang berkaitan dengan kemenangan Trump dalam pemilu.
Namun pihak kepolisian Spanyol serta kementerian dalam negeri setempat masih enggan berkomentar. Senada dengan itu, juru bicara Divisi Kriminal Departemen Kehakiman Amerika, Peter Carr juga belum berkomentar banyak.
"Kasus AS tetap di bawah segel, jadi kami tidak memiliki informasi untuk diberikan pada saat ini," kata dia.
Stasiun televisi Rusia RT melaporkan bahwa Levashov ditangkap di bawah perintah penangkapan internasional Amerika. Ia diduga melakukan peretasan saat pemilu Amerika.
Sebelumnya pada Januari kepolisian Spanyol menangkap hacker lain asal Rusia, Lisov. Dia diburu keamanan Amerika karena diduga memimpin jaringan penipuan keuangan.
Pemerintah Amerika sendiri secara resmi menuduh Rusia meretas email Partai Demokrat untuk membantu kampanye presiden dari Partai Republik, Donald Trump. Kongres Amerika melakukan pemeriksaan terkait hubungan antara Trump dengan Rusia selama kampanye.
Akan tetapi para pejabat Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, telah berulang kali membantah tudingan tersebut.

No comments:

Post a Comment