
BaruMerdeka.com - Hacker dan virus kini sudah jadi hal
yang lumrah di kebudayaan kita yang sudah terintegrasi teknologi.
Peretasan yang dulu identik dengan tindakan kriminal, kini pun ada
berbagai macam dan tak melulu soal peretasan yang merugikan. Ambil
contoh peretas topi putih yang justru menemukan kelemahan dalam sistem
keamanan.
Mungkin saat ini, hacker tak selalu jadi representasi kriminal karena
berbagai bocoran maupun kegiatan mereka seringkali tak berbasis
kejahatan. Namun di era akhir 90an dan awal 2000, virus komputer
menyebar dengan bengis. Tak cuma mereka dengan koneksi internet dan
email, hanya dengan menancapkan flashdisk, virus yang bisa membuat
komputer tak bisa lagi beroperasi bisa menyebar dengan mudah.
Berikut beberapa virus komputer 'jahat' yang sempat sukses bikin kacau dunia IT.
1. Virus Skulls.A Trojan ini adalah virus yang menyerang
perangkat mobile yang berjalan di OS Symbian yang sempat menguasai pasar
perangkat mobile.
Gempar di tahun 2004, virus ini mampu menyerang sistem dengan unduhan
aplikasi yang terlihat tidak berbahaya. Sekali terjangkit ponsel akan
tidak berfungsi kecuali telepon. Selain itu, semua ikon akan berubah
jadi tengkorak dan tulang bersilang.
2. Sircam adalah pertama kalinya muncul sebuah
virus yang kini kita kenal sebagai Malware. Virus ini menyerang file
Microsoft Office secara acak di komputer yang terjangkit. Hal ini
membuat kerusakan yang dihasilkan virus ini cukup parah.
Sekali terinstal ke sistem, virus bekerja seperti 'surat berantai'
yang bisa mengirim dirinya sendiri ke daftar kontak yang dimiliki
komputer terjangkit.
Sebuah analisis yang dilakukan University of Florida menyebutkan
bahwa untuk memberantas virus Sircam ini, butuh dana kira-kira 3 miliar
Dollar.
3. Salah satu virus yang punya dampak kerusakan massal di era komputer
modern, virus bernama Melissa ini adalah virus yang heboh di tahun 1999.
Selain merusak, satu hal yang paling terkenal dari virus ini adalah
bagaimana ia menyebar dengan sangat cepat. Hal ini dikarenakan virus ini
bisa mengirim diri sendiri di 50 alamat pertamadi Outlook komputer yang
terjangkit.
Tercatat, 20 persen komputer di dunia terjangkit virus ini dengan
estimasi kerugian 80 juta Dollar. Pembuat virus ini, David L. Smith,
ditangkap FBI dan mendekam dalam jeruji besi ditambah denda tinggi.
4. Ini adalah virus yang populer di tahun 2004, serta menyebar
dengan super cepat. Di samping kecepatannya dalam penyebaran, kerusakan
sistem yang dihasilkan berdampak hingga prosesor.
Virus jenis "worm" ini terkenal dengan membuat komputer jadi 'lemot',
dan ini terjadi secara global. Virus inilah yang membuat jatuh nama
baik Microsoft, sebagai sistem operasi yang rentan virus. Virus ini
sendiri tak bisa 'diusir' oleh software anti-virus apapun.
5. Munculnya virus Zeus menandai hadirnya virus sebagai tindak
kejahatan, yakni untuk merampok. Zeus yang merupakan produk dari
kejahatan yang terorganisir, membuat infeksi malware di komputer
personal seseorang, yang akan menggunakan phising dan keylogging
protocol untuk mencuri detil dari online banking seseorang, lalu
mengosongi rekeningnya.
Setelah pelakunya tertangkap, total 70 juta dollar telah dicuri dari
berbagai rekening bank nasabah yang komputernya terkena phising.
6. Makin canggih jaringan komputer, hacker pendesain virus pun makin
canggih kemampuannya. Seperti Storm Trojan yang merupakan virus canggih
yang tak seberapa punya dampak merusak selain hanya sekedar mengganggu.
Virus ini didistribusikan melalui email berisi malware di tahun 2007
silam, dan berakhir menjangkit 8 persen komputer secara global. Virus
ini berhasil membuat jaringan botnet pada 10 juta komputer sebelum
akhirnya dihancurkan. Yang jadi masalah, menghancurkan virus ini
ternyata sangat sulit karena virus ini didesain untuk mengubah sendiri
kodenya tiap 10 menit.
7. Informasi detil tentang mobile banking Anda bisa dengan mudah
dicuri oleh hacker dengan bantuan Malware virus, lewat sebuah aplikasi
yang selalu kita gunakan: WhatsApp.
Cara melakukannya adalah dengan menyusupi para pengguna WhatsApp
dengan sebuah virus mobile yang didistribusikan lewat sebuah dokumen
Word via chat WhatsApp. Masalahnya adalah, dokumen Word ini nampak
sangat asli dan pengguna akan sangat mudah pula terkecoh.
Sekali buka, dokumen ini mampu menyedot informasi sensitif berupa
data personal dan juga berbagai informasi akun perbankan yang tersimpan
di smartphone kita.
Lebih buruk lagi, virus ini seringkali juga dikemas dalam bentuk file PDF atau dokumen Excel secara sangat meyakinkan.
No comments:
Post a Comment