
Bulukumba - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengajak
masyarakat berpartisipasi memulihkan kejayaan olahraga Indonesia, Ayo
Olahgara dan Asian Games sarananya.
Menpora sudah memulai kampanye Ayo Olahraga. Dengan hal itu, seluruh masyarakat diajak untuk kembali aktif berolahraga. Ada enam cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam ajang olahraga serentak di 136 kabupaten/kota se-Nusantara ini.
Antara lain cabor sepak bola, sepak takraw, tenis meja, bola voli, bulutangkis, dan atletik.
'Kick-off yang terbaru dilakukan di Bulukumba, Sulawesi Selatan, ajang ini cabor yang dipertandingkan itu memang suatu pilihan yang memiliki alasan. diikuti peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum, mewakili desanya masing-masing.
Cabor yang dipertandingkan itu memang suatu pilihan yang memiliki alasan. Sepak takraw misalnya. Olahraga itu dipilih dibandingkan olahraga basket karena sepak takraw merupakan olahraga tradisional milik Indonesia dan patut dilestarikan. Sebagaimana kita ketahui, meski olahraga itu sejatinya adalah warisan budaya, namun sepak takraw saat ini seperti kurang diminati masyarakat.
Menpora sudah memulai kampanye Ayo Olahraga. Dengan hal itu, seluruh masyarakat diajak untuk kembali aktif berolahraga. Ada enam cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dalam ajang olahraga serentak di 136 kabupaten/kota se-Nusantara ini.
Antara lain cabor sepak bola, sepak takraw, tenis meja, bola voli, bulutangkis, dan atletik.
'Kick-off yang terbaru dilakukan di Bulukumba, Sulawesi Selatan, ajang ini cabor yang dipertandingkan itu memang suatu pilihan yang memiliki alasan. diikuti peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum, mewakili desanya masing-masing.
Cabor yang dipertandingkan itu memang suatu pilihan yang memiliki alasan. Sepak takraw misalnya. Olahraga itu dipilih dibandingkan olahraga basket karena sepak takraw merupakan olahraga tradisional milik Indonesia dan patut dilestarikan. Sebagaimana kita ketahui, meski olahraga itu sejatinya adalah warisan budaya, namun sepak takraw saat ini seperti kurang diminati masyarakat.
Menpora Imam Nahrawi berencana membuat Islamic Solidarity Games (ISG)
setara dengan Asian Games. Masalah anggaran akan dipikir-pikir dulu.
ISG tidak pernah menjadi target utama dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Begitu pula ISG tahun ini. Pemerintah dan Satlak tidak mematok target muluk, cukup peringkat lima.
Menpora Imam berencana mengubah paradigma itu. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur tersebut akan menjadikan ISG sebagai salah satu sasaran utama prestasi Indonesia. Imam menilai persaingan di ISG kompetitif.
"Pertama dari sisi keikutsertaan pesertanya yang ikut ISG itu ada 58 negara. Itu artinya melebihi Asian Games. Sementara dari segi kualitas negara-negara yang ikut betul-betul memungkinkan bagi Indonesia untuk mengejar pengalaman dari mereka," kata Imam, menyoal alasan ISG jadi prioritas di Kantor Kemenpora, Senayan, pada Jumat (19/5/2017).
"Bayangkan negara yang maju yang bertanding di ISG itu ada negara Arab, Qatar, belum ada negara berkembang dan sebagainya. Sangat produktif. Karenanya, sedang kami pikirkan ke depan ISG juga harus menjadi prioritas nasional," tambahnya.
"Jadi bukan semata-mata pemanasan untuk Asian Games dan SEA Games, tetapi ISG, Asian Games, SEA Games, termasuk Olimpiade itu menjadi puncak harapan kita meraih medali," ujar dia.
Dengan target itu, pemerintah akan menyediakan anggaran juga seperti untuk menghadapi Asian Games dan SEA Games.
"Kami sedang pikirkan meski di tahun 2017 ini kami hanya menganggarkan keberangkatan maupun akomodasi saja. Sementara yang lain-lain belum tersedia. Kecuali di APBN-P perubahan ada tambahan," katanya.
Imam juga mengingatkan kepada masyarakat, tahun 2018 nanti, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta – Palembang. Imam berharap, bergeloranya ajang olahraga Internasioanl Asian Games nanti bisa juga menumbuhkan kembali semangat masyarakat untuk berolahraga.
"Ini momentum kita untuk mengembalikan kejayaan olahraga Indonesia. Tidak ada cara lain untuk mewujudkan cita-cita itu selain mengajak partisipasi masyarakat lewat gerakan ayo olahraga, karena Tiada prestasi tanpa partisipasi yang serius dari seluruh lapisan masyarakat" kata Menpora
ISG tidak pernah menjadi target utama dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Begitu pula ISG tahun ini. Pemerintah dan Satlak tidak mematok target muluk, cukup peringkat lima.
Menpora Imam berencana mengubah paradigma itu. Menteri asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur tersebut akan menjadikan ISG sebagai salah satu sasaran utama prestasi Indonesia. Imam menilai persaingan di ISG kompetitif.
"Pertama dari sisi keikutsertaan pesertanya yang ikut ISG itu ada 58 negara. Itu artinya melebihi Asian Games. Sementara dari segi kualitas negara-negara yang ikut betul-betul memungkinkan bagi Indonesia untuk mengejar pengalaman dari mereka," kata Imam, menyoal alasan ISG jadi prioritas di Kantor Kemenpora, Senayan, pada Jumat (19/5/2017).
"Bayangkan negara yang maju yang bertanding di ISG itu ada negara Arab, Qatar, belum ada negara berkembang dan sebagainya. Sangat produktif. Karenanya, sedang kami pikirkan ke depan ISG juga harus menjadi prioritas nasional," tambahnya.
"Jadi bukan semata-mata pemanasan untuk Asian Games dan SEA Games, tetapi ISG, Asian Games, SEA Games, termasuk Olimpiade itu menjadi puncak harapan kita meraih medali," ujar dia.
Dengan target itu, pemerintah akan menyediakan anggaran juga seperti untuk menghadapi Asian Games dan SEA Games.
"Kami sedang pikirkan meski di tahun 2017 ini kami hanya menganggarkan keberangkatan maupun akomodasi saja. Sementara yang lain-lain belum tersedia. Kecuali di APBN-P perubahan ada tambahan," katanya.
Imam juga mengingatkan kepada masyarakat, tahun 2018 nanti, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta – Palembang. Imam berharap, bergeloranya ajang olahraga Internasioanl Asian Games nanti bisa juga menumbuhkan kembali semangat masyarakat untuk berolahraga.
"Ini momentum kita untuk mengembalikan kejayaan olahraga Indonesia. Tidak ada cara lain untuk mewujudkan cita-cita itu selain mengajak partisipasi masyarakat lewat gerakan ayo olahraga, karena Tiada prestasi tanpa partisipasi yang serius dari seluruh lapisan masyarakat" kata Menpora
No comments:
Post a Comment