
Madrid - Sudah sekian lama Real Madrid tak mengawinkan gelar
juara Liga Spanyol dengan Liga Champions. Kini mereka cuma berjarak dua
laga untuk mewujudkannya.
Madrid musim ini berpeluang meraih gelar dobel, yakni di liga dan Liga Champions. Di liga, Los Blancos ada di pole position untuk mengangkat trofi.
Skuat besutan Zinedine Zidane itu saat ini memimpin dengan keunggulan tiga poin dari Barcelona, yang ada di posisi dua, menuju pekan terakhir. Hasil imbang di markas Malaga, Senin (22/5/2017) dinihari WIB, akan cukup untuk memulangkan trofi ke Santiago Bernabeu setelah lima tahun.
Di Liga Champions, Los Merengues juga berpeluang juara dan meraih gelar ke-12 di turnamen tersebut. Mereka akan menghadapi Juventus dalam final yang digelar di Millenium Stadium, Cardiff, Minggu (4/6) mendatang.
Madrid musim ini berpeluang meraih gelar dobel, yakni di liga dan Liga Champions. Di liga, Los Blancos ada di pole position untuk mengangkat trofi.
Skuat besutan Zinedine Zidane itu saat ini memimpin dengan keunggulan tiga poin dari Barcelona, yang ada di posisi dua, menuju pekan terakhir. Hasil imbang di markas Malaga, Senin (22/5/2017) dinihari WIB, akan cukup untuk memulangkan trofi ke Santiago Bernabeu setelah lima tahun.
Di Liga Champions, Los Merengues juga berpeluang juara dan meraih gelar ke-12 di turnamen tersebut. Mereka akan menghadapi Juventus dalam final yang digelar di Millenium Stadium, Cardiff, Minggu (4/6) mendatang.
Melihat performa sepanjang musim, Real Madrid dianggap paling pantas
menjadi juara La Liga. Tapi, sebelumnya Madrid harus menang dulu di
kandang Malaga.
Madrid cuma butuh tambahan satu poin untuk mengangkat gelar juara Liga Spanyol musim ini. Los Blancos saat ini memimpin klasemen dengan nilai 90, tiga poin di depan Barcelona yang ada di posisi dua dengan satu laga tersisa.
Melihat performa Madrid dalam dua laga terakhirnya, menang 4-1 atas Sevilla dan Celta Vigo, jelas Malaga yang ada di luar 10 besar bukanlah tandingan. Apalagi Madrid punya rekor mentereng kala menghadapi Malaga, dengan hanya kalah sekali dari 33 pertandingan di seluruh kompetisi.
Dengan kondisi seperti ini, kemenangan sepertinya akan mudah didapat Madrid dan gelar liga ke-33 akan ada dalam genggaman. Meski demikian, kepantasan Madrid untuk jadi juara harus benar-benar dibuktikan dulu lewat performa oke di atas lapangan dan bukan sekadar hitung-hitungan di atas kertas
Jika sukses memenangi dua laga terakhir itu, maka Madrid akan mengulang sejarah kala mengawinkan trofi liga dengan Liga Champions pada musim 1957/1958 silam. Kala itu, Liga Champions masih disebut dengan Piala Champions sebelum kemudian berganti format pada 1992/1993.
Sejak sukses 1958 itu, Madrid memang belum lagi mampu memenangi dua kejuaraan tersebut secara bersamaan. Meski demikian, pada 1985/1986 silam mereka mampu meraih gelar ganda dengan juara di liga dan Piala UEFA, yang saat ini menjadi Liga Europa.
Nah, sejak saat itu, Madrid belum mampu lagi mengawinkan titel liga dengan gelar kompetisi Eropa. Maka musim ini bisa dibilang kesempatan terbaik untuk Madrid-nya Zidane mengukir sejarah.
Bisa, Madrid?
Madrid cuma butuh tambahan satu poin untuk mengangkat gelar juara Liga Spanyol musim ini. Los Blancos saat ini memimpin klasemen dengan nilai 90, tiga poin di depan Barcelona yang ada di posisi dua dengan satu laga tersisa.
Melihat performa Madrid dalam dua laga terakhirnya, menang 4-1 atas Sevilla dan Celta Vigo, jelas Malaga yang ada di luar 10 besar bukanlah tandingan. Apalagi Madrid punya rekor mentereng kala menghadapi Malaga, dengan hanya kalah sekali dari 33 pertandingan di seluruh kompetisi.
Dengan kondisi seperti ini, kemenangan sepertinya akan mudah didapat Madrid dan gelar liga ke-33 akan ada dalam genggaman. Meski demikian, kepantasan Madrid untuk jadi juara harus benar-benar dibuktikan dulu lewat performa oke di atas lapangan dan bukan sekadar hitung-hitungan di atas kertas
Jika sukses memenangi dua laga terakhir itu, maka Madrid akan mengulang sejarah kala mengawinkan trofi liga dengan Liga Champions pada musim 1957/1958 silam. Kala itu, Liga Champions masih disebut dengan Piala Champions sebelum kemudian berganti format pada 1992/1993.
Sejak sukses 1958 itu, Madrid memang belum lagi mampu memenangi dua kejuaraan tersebut secara bersamaan. Meski demikian, pada 1985/1986 silam mereka mampu meraih gelar ganda dengan juara di liga dan Piala UEFA, yang saat ini menjadi Liga Europa.
Nah, sejak saat itu, Madrid belum mampu lagi mengawinkan titel liga dengan gelar kompetisi Eropa. Maka musim ini bisa dibilang kesempatan terbaik untuk Madrid-nya Zidane mengukir sejarah.
Bisa, Madrid?
No comments:
Post a Comment