Tuesday, May 23, 2017

Capello: Real Madrid takut pada Juventus

TribunBaru.com - Pelatih kawakan asal Italia, Fabio Capello menyebut bahwa Real Madrid menyimpan rasa takut jelang duel melawan Juventus. Salah satu hal yang ditakuti oleh Madrid yakni lini bertahan Juve yang begitu kokoh.

Madrid akan berjumpa Juventus pada babak final Liga Champions 2016/17. Pertandingan yang mempertemukan juara Spanyol dan Italia ini akan digelar pada hari Minggu, 4 Juni mendatang di Stadion Milennium Cardiff, Wales.

Menurut pengakuan Capello, beberapa waktu lalu ada salah satu direktur Madrid yang menghubunginya. Mereka coba mengorek informasi mengapa barisan pertahanan Juve begitu sulit untuk ditembus.

"Para direktur Real Madrid takut pada Juventus," kata Capello dalam sebuah wawancara kepada Fox Sport.

"Mereka bertanya kepada saya mengapa lini pertahanan Masimilliano Allegri sulit di bobol. Saya katakan pada mereka bahwa ini akan menjadi sebuah final yang seimbang, mungkin Madrid punya keunggulan di lini serang mereka," sambungnya.

Pada laga nanti, Capello memprediksi bahwa Madrid masih akan sangat bergantung pada sosok Cristiano Ronaldo. Menurut mantan pelatih Real Madrid, sosok pemain asal Portugal tidak dipungkiri lagi masih menjadi faktor paling penting bagi timnya.

"Cristiano Ronaldo masih yang terbaik di dunia pada saat ini," tutup Capello. 
Pujian diberikan oleh salah satu legenda timnas Italia, Gianluca Vialli atas kiprah Gianluigi Buffon pada musim 2016/17 ini. Menurut Vialli, Buffon telah menjadi simbol dari kesuksesan yang sudah diraih oleh Juventus.

Juventus baru saja memastikan meraih gelar Scudetto musim 2016/17 pada akhir pekan lalu. Bagi Si Nyonya Tua, gelar tersebut menjadi gelar scudetto keenam mereka secara beruntun. Capaian ini belum pernah dilakukan oleh klub lain sebelumnya.

Vialli melihat kesuksesan Juve selama ini tidak bisa lepas dari sosok Buffon. Selain memberikan kualitas di bawah mistar gawang Juve, Buffon juga menjadi pemimpin yang begitu solid sebagai kapten tim.

"Buffon, dia adalah simbol dari scudetto ini, Dia adalah pemain yang menjadi panutan, seorang pemain yang selalu Anda inginkan berada dalam tim milik Anda," buka Vialli kepada La Stampa.

"Dia mewakili segala hal untuk menjadi Juventus. Dia memiliki rasa lapar, kerendahan hati, kekejaman, rasa saling memiliki. Bahkan pada saat usianya sudah 39 tahun," sambung sosok yang juga pernah membela Juventus semasa masih aktif sebagai pemain ini.

Pujian juga diberikan Vialli kepada sosok Masimilliano Allegri. Bagi Vialli, Allegri, sekali lagi telah menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih. Vialli pun dinilai bisa melakukan suksesi yang bagus pasca Juve berpisah dengan Antonio Conte.

"Allegri punya tugas yang rumit saat masuk menggantikan Conte. Dia bisa menganalisis situasi dengan baik. Dia mengelola tim dengan cara yang fantastis. Mereka selalu lapar seperti sebelumnya belum pernah memenangkan apapun," tutup Viall

No comments:

Post a Comment