Saturday, May 6, 2017

Cara Freeport beri pendidikan anak-anak di wilayah terpencil Papua

 
TribunBaru.com - Keberadaan PT Freeport Indonesia di Papua tak hanya mengeruk hasil alam Indonesia. Perusahaan asal AS ini mengklaim juga memberikan pendidikan ke anak-anak di wilayah terpencil di Papua.
Bermitra dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Komoro (LPMAK), Freeport menyebut memiliki lima sekolah asrama untuk putra-putri Papua. Sekolah asrama ini bertujuan untuk memberikan fasilitas akomodasi dan program pengayaan bagi anak usia sekolah dari wilayah yang terpencil, serta mempersiapkan pusat persemaian calon intelektual dan pemimpin masyarakat.
LPMAK mendirikan Asrama Tsinga di kampong Beanekogom, Tsinga. Sedangkan di daerah pesisir pantai Kabupaten Mimika, tepatnya di Kaokanao, LPMAK mendirikan Asrama Bintang Kejora Putra dan Putri. Juga ada asrama yang terletak di luar Kabupaten Mimika, yaitu Asrama Amor putra dan putri di Semarang, Jawa Tengah.
"Asrama yang dikelola Keuskupan Timika memfokuskan pada pembinaan dan pendidikan siswa Kamoro. Seleksi dilakukan oleh pengelola dengan bantuan pastor paroki setempat," kata Romo Gunawan dari Keuskupan Timika, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/5).
LPMAK mempercayakan sekolah Asrama Taruna Papua dikelola oleh Yayasan Mitra Citracendekia Abadi dari Jakarta. Asrama Tsinga dikelola oleh Yayasan Joronep, sebuah yayasan yang didirikan oleh anak-anak muda Amungme. Asrama Solus Populi di Timika dan Bintang Kejora (Putra dan Putri) di Kaokanao dikelola oleh Keuskupan Timika. Sedangkan Asrama Amor, kependekan dari Amungme dan Kamoro, di Semarang dikelola oleh Yayasan Binterbusih Semarang.
Sekolah Asrama Taruna Papua yang terletak di Timika menerima siswa penghuni asrama dari tiga kampung orang Amungme di dataran tinggi Mimika, yakni Tsinga, Aroanop, dan Waa-Banti sejak tahun 2007. Namun sejak tahun 2013, Sekolah Asrama Taruna Papua juga menerima siswa Amungme dan Kamoro dari Timika dan sekitarnya.
Menurutnya, tantangan utama program asrama adalah pemahaman orang tua akan fungsi dan peran asrama. Orang tua cenderung memandang asrama sekadar tempat penitipan anak. Karena itu, LPMAK memandang pentingnya peran untuk mengedukasi dan melibatkan orang tua dalam pembinaan dan pendidikan anak-anak.
Pendiri Yayasan Mitra Citracendekia Abadi yang mengelola sekolah Taruna Papua, Lucky Tanubrata mengatakan, pendidikan di daerah terpencil sangatlah penting. Dengan pendidikan yang layak, maka tingkat keberhasilan dan kesuksesan juga makin tinggi.
"Tingkat keberhasilannya akan tinggi," katanya.
Hingga akhir tahun 2016, jumlah total siswa yang tercatat tinggal di kelima sekolah asrama tersebut mencapai 756 siswa.

No comments:

Post a Comment