
TribunBaru.com - Keberadaan PT Freeport Indonesia di Papua tak
hanya mengeruk hasil alam Indonesia. Perusahaan asal AS ini mengklaim
juga memberikan pendidikan ke anak-anak di wilayah terpencil di Papua.
Bermitra dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Komoro
(LPMAK), Freeport menyebut memiliki lima sekolah asrama untuk
putra-putri Papua. Sekolah asrama ini bertujuan untuk memberikan
fasilitas akomodasi dan program pengayaan bagi anak usia sekolah dari
wilayah yang terpencil, serta mempersiapkan pusat persemaian calon
intelektual dan pemimpin masyarakat.
LPMAK mendirikan Asrama Tsinga di kampong Beanekogom, Tsinga.
Sedangkan di daerah pesisir pantai Kabupaten Mimika, tepatnya di
Kaokanao, LPMAK mendirikan Asrama Bintang Kejora Putra dan Putri. Juga
ada asrama yang terletak di luar Kabupaten Mimika, yaitu Asrama Amor
putra dan putri di Semarang, Jawa Tengah.
"Asrama yang dikelola Keuskupan Timika memfokuskan pada pembinaan dan
pendidikan siswa Kamoro. Seleksi dilakukan oleh pengelola dengan
bantuan pastor paroki setempat," kata Romo Gunawan dari Keuskupan
Timika, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/5).
LPMAK mempercayakan sekolah Asrama Taruna Papua dikelola oleh Yayasan
Mitra Citracendekia Abadi dari Jakarta. Asrama Tsinga dikelola oleh
Yayasan Joronep, sebuah yayasan yang didirikan oleh anak-anak muda
Amungme. Asrama Solus Populi di Timika dan Bintang Kejora (Putra dan
Putri) di Kaokanao dikelola oleh Keuskupan Timika. Sedangkan Asrama
Amor, kependekan dari Amungme dan Kamoro, di Semarang dikelola oleh
Yayasan Binterbusih Semarang.
Sekolah Asrama Taruna Papua yang terletak di Timika menerima siswa
penghuni asrama dari tiga kampung orang Amungme di dataran tinggi
Mimika, yakni Tsinga, Aroanop, dan Waa-Banti sejak tahun 2007. Namun
sejak tahun 2013, Sekolah Asrama Taruna Papua juga menerima siswa
Amungme dan Kamoro dari Timika dan sekitarnya.
Menurutnya, tantangan utama program asrama adalah pemahaman orang tua
akan fungsi dan peran asrama. Orang tua cenderung memandang asrama
sekadar tempat penitipan anak. Karena itu, LPMAK memandang pentingnya
peran untuk mengedukasi dan melibatkan orang tua dalam pembinaan dan
pendidikan anak-anak.
Pendiri Yayasan Mitra Citracendekia Abadi yang mengelola sekolah
Taruna Papua, Lucky Tanubrata mengatakan, pendidikan di daerah terpencil
sangatlah penting. Dengan pendidikan yang layak, maka tingkat
keberhasilan dan kesuksesan juga makin tinggi.
"Tingkat keberhasilannya akan tinggi," katanya.
Hingga akhir tahun 2016, jumlah total siswa yang tercatat tinggal di kelima sekolah asrama tersebut mencapai 756 siswa.
No comments:
Post a Comment