
BaruMerdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump
kelelahan dalam lawatan pertamanya ke luar negeri di Arab Saudi sejak
Sabtu lalu. Saking capeknya menghadiri rangkaian acara dari mulai
penyambutan di bandara, konferensi, hingga pidato di hadapan lebih dari
50 pemimpin negara muslim, Trump meminta putrinya, Ivanka, 35 tahun,
menghadiri acara bertema kepemudaan di Riyadh.
Ivanka akhirnya mengisi acara bertema kaum muda dalam melawan ekstremisme di media sosial. Trump secara tiba-tiba membatalkan hadir di acara itu pada hari kedua kunjungannya di Negeri Petro Dolar.Sejumlah wartawan lantas menanyakan kepada pejabat Gedung Putih soal batalnya Trump hadir dalam agenda acara kaum muda itu.
"Dia hanya kecapekan," ujar si pejabat, seperti dilansir koran the Independent, Senin (22/5).
Di panggung acara yang sudah dipersiapkan, pembawa acara menuturkan Presiden trump tidak bisa datang tapi dia akan digantikan oleh tamu kejutan: putrinya.
Dalam acara tersebut Ivanka kemudian menyampaikan pidato selama tiga menit menekankan pentingnya media sosial untuk memberdayakan kaum muda.
Rupanya Ivanka sudah dua kali dalam sepekan ini menggantikan kehadiran ayahnya dalam suatu acara. Sebelumnya putri Trump itu menggantikan ayahnya dalam acara rapat dengan Kongres soal isu perdagangan manusia.
Ivanka akhirnya mengisi acara bertema kaum muda dalam melawan ekstremisme di media sosial. Trump secara tiba-tiba membatalkan hadir di acara itu pada hari kedua kunjungannya di Negeri Petro Dolar.Sejumlah wartawan lantas menanyakan kepada pejabat Gedung Putih soal batalnya Trump hadir dalam agenda acara kaum muda itu.
"Dia hanya kecapekan," ujar si pejabat, seperti dilansir koran the Independent, Senin (22/5).
Di panggung acara yang sudah dipersiapkan, pembawa acara menuturkan Presiden trump tidak bisa datang tapi dia akan digantikan oleh tamu kejutan: putrinya.
Dalam acara tersebut Ivanka kemudian menyampaikan pidato selama tiga menit menekankan pentingnya media sosial untuk memberdayakan kaum muda.
Rupanya Ivanka sudah dua kali dalam sepekan ini menggantikan kehadiran ayahnya dalam suatu acara. Sebelumnya putri Trump itu menggantikan ayahnya dalam acara rapat dengan Kongres soal isu perdagangan manusia.
Sebelum tiba di Saudi, Kushner meminta perusahaan teknologi pertahanan
Lockheed Martin memberikan kerja sama senilai USD 100 miliar kepada
Saudi.
"Angka itu disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah dan persenjataan itu nantinya akan digunakan untuk membantai warga sipil di Yaman," ujar Blumenthal, seperti dilansir laman Russia Today, Jumat (19/5).
Penjualan senjata ini jelas berhubungan dengan kawasan Timur Tengah yang selalu bergolak. Trump tidak akan mengangkat isu pelanggaran hak asasi di Saudi karena itu jelas bertentangan dengan perjanjian kerja sama senjata ini.
"Hubungan AS-Saudi selalu tidak jauh-jauh dari soal minyak. Saudi masih sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia, maka jelas ada hubungan dengan minyak dan penjualan senjata. Trump juga punya alasan bisnis pribadi dengan Saudi terkait hotel-hotelnya dan sebagainya.
Menurut kartunis politik Ted Rall, Trump bukanlah presiden AS pertama yang 'menjilat Saudi'.
"Setiap presiden AS melakukannya: Demokrat, Republikan, Obama, George W Bush, Bill Clinton, mereka melakukannya sejak 1950-an. Tak ada yang baru. Ini hanya kelanjutan dari hubungan yang sudah terbangun lama. Di saat AS mengajari negara lain soal pelanggaran hak asasi, sementara Saudi adalah negara dengan catatan pelanggaran hak asasi terburuk di dunia," ujar Rall.
"Angka itu disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah dan persenjataan itu nantinya akan digunakan untuk membantai warga sipil di Yaman," ujar Blumenthal, seperti dilansir laman Russia Today, Jumat (19/5).
Penjualan senjata ini jelas berhubungan dengan kawasan Timur Tengah yang selalu bergolak. Trump tidak akan mengangkat isu pelanggaran hak asasi di Saudi karena itu jelas bertentangan dengan perjanjian kerja sama senjata ini.
"Hubungan AS-Saudi selalu tidak jauh-jauh dari soal minyak. Saudi masih sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia, maka jelas ada hubungan dengan minyak dan penjualan senjata. Trump juga punya alasan bisnis pribadi dengan Saudi terkait hotel-hotelnya dan sebagainya.
Menurut kartunis politik Ted Rall, Trump bukanlah presiden AS pertama yang 'menjilat Saudi'.
"Setiap presiden AS melakukannya: Demokrat, Republikan, Obama, George W Bush, Bill Clinton, mereka melakukannya sejak 1950-an. Tak ada yang baru. Ini hanya kelanjutan dari hubungan yang sudah terbangun lama. Di saat AS mengajari negara lain soal pelanggaran hak asasi, sementara Saudi adalah negara dengan catatan pelanggaran hak asasi terburuk di dunia," ujar Rall.
No comments:
Post a Comment