Friday, May 26, 2017

Nilai tukar Rupiah 'kebal' dari ledakan bom Kampung Melayu

 
TribunBaru.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, mengungkapkan nilai tukar Rupiah tidak mengalami pelemahan menyusul adanya insiden ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (24/5). Agus mengatakan sejauh ini, nilai tukar Rupiah masih tergolong stabil.

"Currency kita dalam keadaan stabil dan kita lihat di Indonesia aspek ekonomi bisa dipisahkan dengan politik. Kita harapkan politik lebih kondusif supaya kondisi ke depan lebih baik lagi," ujar Agus, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (26/5).

Agus menambahkan Rupiah saat ini dalam kondisi positif, di posisi Rp 13.500. "Untuk Rupiah kita lihat sampai sekarang ada dampak positif. Malahan Rupiah ada di posisi Rp 13.500, terjadi penguatan," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, ledakan bom di Kampung Melayu terjadi pada Rabu (24/5) pukul 21.00 WIB. Ledakan terjadi 2 kali dengan selisih waktu sekitar lima menit.

Bom pertama meledak pada pukul 21.00 dan bom kedua pada pukul 21.05 WIB. Sasaran ledakan tepat di samping Halte TransJakarta, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Ledakan tersebut menelan 15 orang korban. Lima di antaranya meninggal dunia yakni tiga orang anggota polisi dan dua orang terduga pelaku bom bunuh diri.

Sementara itu Pasca terjadinya bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur hingga kini Halte Bus TransJakarta itu belum juga beroperasi. Karena saat ini pihak PT TransJakarta tengah melakukan perbaikan terhadap tempat pemberhentian itu.

Humas Transjakarta Wibowo mengatakan, beberapa koridor yang melewati Terminal Kampung Melayu tetap beroperasi. Namun nantinya bus tidak akan berhenti, tetap berjalan tanpa menurunkan atau menaikkan penumpang.
"Koridor 7 (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) dimodifikasi menjadi dari Kampung Rambutan sampai Halte Bidara Cina seperti biasa. Tapi melintasi halte Kampung Melayu tanpa berhenti menaikkan atau menurunkan pelanggan," katanya melalui siaran pers, Jumat (26/5).

"Lalu putar di Gereja Koinonia atau Polres Jaktim-halte Jatinegara-Halte RS Premier-melintasi halte Kampung Melayu tanpa berhenti menaikkan atau menurunkan pelanggan, lanjut ke arah Kampung Rambutan seperti biasa," tambahnya.

Dia mengungkapkan, koridor 5 Ancol-Kampung Melayu, koridor 11 Pulogebang-Kampung Melayu dan tujuan Poros PGC-Ancol juga tidak berhenti di Terminal Kampung Melayu.

"Rute Kampung Melayu-Grogol. Dari Grogol sampai Halte RS Premier seperti biasa melintasi halte Kampung Melayu tanpa berhenti menaikkan atau menurunkan pelanggan. Putar di Halte Bidara Cina, melintasi halte Kampung Melayu tanpa berhenti. Rute Bekasi Timur-Pasar Baru juga sama tidak turun atau naikan penumpang di Terminal Kampung Melayu," jelasnya.

Sementara itu, untuk jalur Tebet-Bidara Cina tidak ada perubahan. "Rute stasiun Tebet-Bidara Cina melalui lintasan yang sama," tutup Wibowo.

No comments:

Post a Comment