
BaruMerdeka.com - Tokoh Katolik Australia paling senior Kardinal George Pell, didakwa melakukan pelanggaran seks. Tuduhan ini terkait dengan dugaan insiden 'historis'.
Menurut Wakil Komisaris Polisi Victoria Shane Patton, tuduhan pelanggaran seks pada bendahara Vatikan itu dilaporkan lebih dari satu orang. Meski demikian, Kardinal Pell, yang berbasis di Vatikan, dengan keras membantah tudingan yang dialamatkan pada dirinya.
"Kardinal Pell akan kembali ke Australia sesegera mungkin, untuk mengikuti peraturan hukum. Sudah ada juga persetujuan dari dokternya mengenai pengaturan perjalanannya," tandas Gereja Katolik dalam sebuah pernyataan pada Kamis (29/6), dikutip dari BBC.
Sebagai bendahara Vatikan, Kardinal Pell dianggap sebagai pejabat ketiga di pusat Gereja Katolik itu. Tak hanya sebagai tokoh agama paling senior Australia, dia juga pejabat berpangkat tinggi di dunia Katolik.
Selama dua dekade, dia menjadi tokoh garis depan dalam perdebatan Gereja mengenai isu kontroversial seperti halnya homoseksual. Namun, dia malah tersangkut kasus pelecehan seksual di dalam jajaran Australia selama serangkaian penyelidikannya.
Seorang siswi SMA Darussalam, AN (16) mengalami pelecehan di dalam angkot. Dia pun terluka setelah melompat dari kendaraan umum itu untuk menghindari pelaku.
Pelecehan itu dialami AN saat di sekitar Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (3/6). Ketika itu remaja ini naik angkot CV Wampu Mini 108 jurusan Gaperta, Jalan Gatot Subroto, Pringgan, Padang Bulan.
Kejadian itu sudah dilaporkan AN ke Polsek Medan Baru, Senin (5/6). "Aku meloncat karena dipeluk dan dipegang-pegang sama penumpang laki-laki dalam angkot itu," ujar AN setelah membuat laporan di Mapolsek Medan Baru.
Dia bercerita, saat kejadian dia hanya berdua dengan pelaku di kursi penumpang. Sebelumnya dua wanita turun, sehingga mereka tinggal berdua.
Tiba-tiba sopir angkot mengerem mendadak sampai AN terjatuh. Saat dia bangkit dan kembali duduk ke bangku, laki-laki itu meminta Rp 5.000 dan langsung memeluknya.
AN langsung mendorong laki-laki itu dan meminta sopir untuk menghentikan angkot. Permintaan itu diulangnya beberapa kali, namun si sopir bergeming.
"Kugedor pintunya biar diberhentikan, tapi angkotnya makin kencang. Trus aku langsung loncat. Waktu mau loncat masih dipegang-pegangnya kakiku," ujarnya.
AN melompat di depan RS Advent Jalan Gatot Subroto, Medan. Remaja ini sempat tak sadarkan diri. Dia mengalami sejumlah luka lecet.
Warga yang melihat kejadian itu mwnolong AN. Mereka menelepon orangtuanya yang kemudian datang menjemput.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi dua hari kemudian. Laporan itu diterima petugas Polsek Medan Baru.
Laporan itu pun ditindaklanjuti. Polisi sudah memeriksa sopir angkot yang membawa AN. "Anggota lagi mengejar pelaku," kata Kapolsek Medan Baru Kompol Hendra Eko Tri Yulianto.
Pelecehan itu dialami AN saat di sekitar Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (3/6). Ketika itu remaja ini naik angkot CV Wampu Mini 108 jurusan Gaperta, Jalan Gatot Subroto, Pringgan, Padang Bulan.
Kejadian itu sudah dilaporkan AN ke Polsek Medan Baru, Senin (5/6). "Aku meloncat karena dipeluk dan dipegang-pegang sama penumpang laki-laki dalam angkot itu," ujar AN setelah membuat laporan di Mapolsek Medan Baru.
Dia bercerita, saat kejadian dia hanya berdua dengan pelaku di kursi penumpang. Sebelumnya dua wanita turun, sehingga mereka tinggal berdua.
Tiba-tiba sopir angkot mengerem mendadak sampai AN terjatuh. Saat dia bangkit dan kembali duduk ke bangku, laki-laki itu meminta Rp 5.000 dan langsung memeluknya.
AN langsung mendorong laki-laki itu dan meminta sopir untuk menghentikan angkot. Permintaan itu diulangnya beberapa kali, namun si sopir bergeming.
"Kugedor pintunya biar diberhentikan, tapi angkotnya makin kencang. Trus aku langsung loncat. Waktu mau loncat masih dipegang-pegangnya kakiku," ujarnya.
AN melompat di depan RS Advent Jalan Gatot Subroto, Medan. Remaja ini sempat tak sadarkan diri. Dia mengalami sejumlah luka lecet.
Warga yang melihat kejadian itu mwnolong AN. Mereka menelepon orangtuanya yang kemudian datang menjemput.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke polisi dua hari kemudian. Laporan itu diterima petugas Polsek Medan Baru.
Laporan itu pun ditindaklanjuti. Polisi sudah memeriksa sopir angkot yang membawa AN. "Anggota lagi mengejar pelaku," kata Kapolsek Medan Baru Kompol Hendra Eko Tri Yulianto.
No comments:
Post a Comment