Thursday, June 29, 2017

Paus Fransiskus basuh & cium kaki mantan mafia, narapidana muslim


BaruMerdeka.com - Paus Fransiskus kemarin membasuh dan mencium kaki dari 12 pesakitan di sebuah penjara Paliano, sebelah selatan Roma, Italia. Paus melakukan tradisi ratusan tahun itu sebagai rangkaian peringatan hari Kamis Putih menjelang Hari Paskah.

Reuters melaporkan, Kamis (13/4), di antara sembilan pria dan tiga perempuan yang kakinya dibasuh dan dicium oleh Paus itu adalah mantan mafia dan seorang pria muslim. Para narapidana itu sepuluh di antaranya warga Italia, satu Albania, dan satu Argentina. 

Apa yang dilakukan Paus itu mengikuti perbuatan Yesus yang membasuh kaki 12 muridnya sebelum beliau disalib.

"Kalau kalian bisa melakukan sesuatu, pelayanan bagi sesama saudara di penjara, maka lakukanlah," kata Paus. "Inilah wujud cinta. Membasuh kaki, menjadi pelayan bagi sesama."

Penjara Paliano dengan pengamanan paling ketat itu khusus dihuni para mantan kelompok organisasi kriminal.

Paus Fransiskus menolak tudingan sebagian kalangan nasionalis negara-negara Barat yang mengaitkan Islam dengan terorisme. Sentimen negatif terhadap komunitas muslim mencuat, khususnya di Eropa, akibat rangkaian aksi militan di Prancis dan Jerman sepanjang Juli lalu.
"Saya tidak suka wacana menyebut kekerasan Islam. Tidak semua muslim menyetujui kekerasan. Kita harus ingat pula bahwa setiap sekte di semua agama besar pasti memiliki kalangan fundamentalis," kata Sri Paus sepulang melawat dari Polandia, Senin (1/8), seperti dilansir NBC News.
Komunitas Katolik di Kota Saint-Etienne, Prancis, pekan lalu dikejutkan aksi sepasang lelaki muda simpatisan ISIS menggorok pendeta hingga tewas. Walau mengecam pembunuhan serta penyanderaan gereja tersebut, Paus Fransiskus menekankan bahwa pelakunya tidak layak dianggap mewakili mayoritas umat agama tertentu.
"Kita (umat Katolik) juga punya orang-orang berpikiran militan. Tidak adil jika ada yang mengidentifikasi Islam dengan kekerasan, apalagi terorisme," kata sang penguasa Tahta Suci.
Sri Paus melawat ke Kota Krakow, Polandia, untuk menghadiri acara puncak Hari Pemuda Katolik Sedunia. Ratusan ribu orang memadati jalanan untuk menyaksikan paus asal Argentina itu.
Dalam sambutannya di hadapan wakil muda-mudi Katolik dari pelbagai negara, Paus Fransiskus meminta anak muda agar lebih aktif di luar rumah. Dia khawatir ketergantungan kaum muda pada internet dan jejaring sosial bisa menyebabkan pribadi terisolir. Paus juga mengimbau anak muda toleran pada imigran yang berasal dari negara-negara dilanda perang. "Kalian harus menerima serta mengasihi mereka dengan tangan terbuka," kata Fransiskus. 

No comments:

Post a Comment