Sunday, April 2, 2017

Tangan kanan Baghdadi tewas dihajar bom dari udara



Tribunbaru.com - Tekanan demi tekanan terus mengurung kekuasaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di wilayah-wilayah yang mereka kuasai. selain melakukan serangan darat, pasukan Irak dengan bantuan Amerika Serikat (AS), juga melakukan serbuan melalui udara.

Dilansir Independent, Minggu (2/4), salah satu serangan udara berhasil menewaskan salah satu tangan kanan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, Ayad al-Jumaili di bagian barat Irak. Pria tersebut merupakan wakil Baghdadi dan berposisi sebagai menteri perang.

Jumaili tewas saat sedang berada di wilayah al-Qaim, dekat perbatasan Suriah, demikian dilaporkan stasiun TV milik pemerintah Turki. Sayangnya tidak disebutkan secara detil maupun tanggal soal serangan tersebut.

Media tersebut hanya memberikan nama alias, yakni Abu Yahya, menteri perang. Sementara, koalisi anti-ISIS yang dibekingi AS sendiri tidak bisa mengonfirmasi kebenaran laporan tersebut.

Al-Jumaili mengepalai keamanan internal di ISIS, dia pula yang memperkenalkan pelbagai hukuman bagi musuh-musuhnya seperti pemenggalan, pemukulan dan pemerkosaan. Padahal, sebelum bergabung dengan kelompok teror itu, dia sempat mengabdi sebagai petugas intelijen dalam AD Irak sampai 2003, setelah rezim Saddam Hussein dijatuhkan.

Serangan itu sendiri merupakan bagian dari rentetan serbuan pasukan Irak untuk merebut kembali kota Mosul dari tangan ISIS. Baik pejabat ISIS dan Irak meyakini atasan Jumaili, Baghdadi, telah meninggalkan pucuk kepemimpinannya bersama pengikut garis kerasnya selama pertempuran di Mosul, dia berada dalam persembunyian di tengah padang pasir bersama salah seorang komandan seniornya.

Pertempuran lain akan berlangsung di Suriah, tepatnya di kota Raqqa. Pelbagai serangan udara telah dilakukan Amerika Serikat, Turki dan Rusia. Penyerbuan itu dilakukan untuk membantu pergerakan tentara Assad dan Kurdi untuk merebut ibu kota ISIS tersebut. [hdy]

No comments:

Post a Comment